Sosialisasi Protokol Keselamatan Pasca-Circuit Breaker di SIS Ltd.


Singapura – Sejak tanggal 8 April 2020 pemerintah Singapura memberlakukan circuit breaker di masyarakat. Semua kegiatan di masyarakat terhenti, kecuali yang bersifat esensial. Banyak kegiatan ekonomi dan pendidikan yang mengalami perubahan metode. Kegiatan yang awalnya bersifat tatap muka beralih ke dalam bentuk daring. Circuit breaker akan berakhir pada 1 Juni 2020. Dengan demikian, mulai 2 Juni 2020 berbagai aktivitas di masyarakat akan dimulai kembali.

Dengan berakhirnya circuit breaker, masyarakat di Singapura memasuki suatu fase yang disebut new normal. Namun, sebelum itu, mereka diberikan edukasi bagaimana cara menghadapi new normal. Terutama bidang pendidikan yang akan membuka sekolah pada Selasa, 2 Juni 2020. Berbagai protokol keselamatan pun wajib ditaati demi keselamatan seluruh masyarakat.

WhatsApp Image 2020-06-01 at 13.34.49 (12)

Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., sebagai salah satu lembaga pendidikan di Singapura pun harus menyosialisasikan protokol keselamatan pasca-circuit breaker  di SIS Ltd. Hal ini tak lepas dari aturan pemerintah agar sekolah siap menjalankan kembali tugasnya tanpa ada korban baru yang bermunculan. Sosialisasi protokol keselamatan ini dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 30 Mei 2020 yang dihadiri oleh seluruh warga sekolah.

WhatsApp Image 2020-06-01 at 13.34.49 (9)

Acara dibuka dengan arahan dari Deputy Chief of Mission KBRI Singapura, Didik Eko Pujianto. Beliau menyampaikan bahwa sebagai warga Indonesia yang menetap di Singapura sudah selayaknya mengikuti seluruh aturan yang dikeluarkan oleh pemerintahnya. Perlu adanya kerja sama yang baik antara guru, siswa, dan orang tua. Untuk itu, perlu dijalin komunikasi yang baik antara berbagai pihak.

WhatsApp Image 2020-06-01 at 13.34.49 (7)

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura, Veronica Enda Wulandari pun memberikan sambutannya dalam acara sosialisasi protokol keselamatan pasca-circuit breaker di SIS. Beliau sangat mengapresiasi peran orang tua yang bersedia bekerja sama dengan pihak sekolah demi keselamatan siswa. Beliau pun mendukung berbagai program sekolah selama itu tidak melanggar aturan pemerintah Singapura.

WhatsApp Image 2020-06-01 at 13.34.49 (8)

Sosialisasi Protokol Keselamatan Pasca-Circuit Breaker di Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., dihadiri oleh seluruh warga sekolah. Mereka memberikan banyak pertanyaan sebagai salah satu bentuk perhatian kepada sekolah. Seluruh pertanyaan yang ada pun diakomodir dan dijawab sesuai dengan arahan pemerintah Singapura oleh Kepala SIS, Sumardiyanto. Beliau pun akan terus memantau perkembangan di sekolah, kemudian mengevaluasinya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Intinya, Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., harus tetap menerapkan protokol keselamatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Singapura, yaitu:

  1. Harus mencuci tangan setelah menyentuh benda apapun,
  2. Memakai masker,
  3. Menggunakan hand sanitizer, 
  4. Menjaga jarak aman dengan orang lain minimal satu meter,
  5. Tidak berkerumun, dan
  6. Mengikuti protokol keselamatan lainnya.