SIS Belajar Demokrasi Melalui Pemilihan Ketua OSIS


Singapura – Kamis, 11 Oktober Sekolah Indonesia melaksanakan pesta demokrasi melalui pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau biasa disingkat PilKaOs. Semua siswa dari tingkat SD sampai tingkat SMA belajar memberikan hak suara ke calon yang dinilai memiliki visi dan misi bagus yang disampaikan melalui pidato kampanye.

Sebelum pemilihan ketua OSIS, Kepala SIS berpesan, “Siapapun yang terpilih nanti,  ketua OSIS beserta jajarannya harus bersinergi dengan sekolah untuk memajukan Sekolah ke arah yang lebih baik,” tegas Pak Mardi panggilan akrab yang sering terdengar di telinga anak-anak.

“Saya punya hak memilih dan sudah dipergunakan secara baik,” terang Annisa, siswi kelas 12 SMA. Dara berusia 17 tahun itu baru pertama belajar menggunakan hak suara dalam Pilkaos SMA yang digelar hari ini. Dia jadi tahu bagaimana prosedur pemilihan yang benar. Siswa kelas 12 itu memilih memberi dukungan ke calon yang dikenal baik yang dinilai memiliki visi misi bagus.

Belajar berdemokrasi juga dirasakan para siswa SD yang sudah menggunakan hak pilihnya. Perasaan senang pun dirasakan setelah calon yang dipilih memperoleh suara terbanyak dan terpilih sebagai ketua OSIS.

“Alhamdulillah Paslon 1 menang, mendapat 87 suara. Dia  memang layak jadi ketua OSIS,” ujar siswa yang tidak mau disebut namanya.

Dia tidak sembarangan menentukan pilihan. Dia mengamati kinerja calon selama di lingkungan Sekolah. “Sejak pertama di SIS, terlihat banyak kegiatan yang diikuti untuk memajukan Sekolah Indonesia Singapura. Tugas-tugasnya juga diselesaikan secara baik,” kata pemilik nama lengkap Aron Nabiel Ragabe Sihite itu.

Bagaimana Tahapan Pemilihan Ketua OSIS?

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Fajar Krisna menyatakan, Pemilihan Ketua Osis 2018/2019 diadakan persis seperti pemilu dalam lingkup lebih besar. Menggunakan tahapan dan asas Luberjurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil).

“Sebelum PilKaOs, diadakan pemilihan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) terlebih dulu. MPK kalau di negara kita itu DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). “MPK ini yang mengadakan PilKaOs,” terang Baya Shabitha Whezia Harsojo.

Tahap selanjutnya adalah pendaftaran calon yang dilanjutkan kampanye. Setiap calon diberi kesempatan berorasi di depan seluruh siswa. Untuk menjelaskan lebih detail program kerja yang diusung, diadakan debat kandidat di ruang terbuka yang disaksikan oleh seluruh siswa SIS, para guru, dan staff TU.

“Saat debat dihadiri semua siswa dan anggota MPK. Yang menjadi panelis adalah Tim pembina kesiswaan. Bhita memastikan, proses PilKaOs tidak ada kecurangan, sebab setelah memilih siswa harus mencelupkan tinta untuk menunjukkan bahwa siswa sudah memilih. Pemungutan suara dilakukan secara bergantian,” imbuhnya.

Penghitungan suara juga dilakukan dengan transparan, disaksikan oleh dewan guru dan seluruh siswa. Setiap kandidat mengirimkan saksi dan seorang guru untuk mengiringi jalannya penghitungan suara. “Kami bisa memastikan, proses pembelajaran demokrasi di sekolah melalui PilKaOs dilakukan bersih,” tegas Amrul guru Agama di Sekolah Indonesia Singapura.

Pelaksanaan demokrasi di sekolah merupakan bagian dari amanat undang-undang. Dalam pasal 43 Undang Undang No 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dijelaskan, setiap warga negara berhak dipilih dan memilih dalam Pemilu. Hal serupa juga ditegaskan pasal 25 Undang Undang No 12/2005 tentang Pengesahan COVENANT Hak Politik yang berbunyi “hak setiap warga negara ikut serta dalam penyelenggaraan urusan publik, untuk memilih dan dipilih”. (Rswt)

SIS Mengenal Alam Semesta melalui Kemah Bersama


Singapura – Salah satu cara untuk mengenalkan siswa tentang adanya ketergantungan antara manusia dengan unsur-unsur alam sekitar dan kebutuhan untuk melestarikannya adalah dengan cara berkemah. Selain itu, berkemah juga mengajarkan siswa tentang bagaimana cara mengatasi tantangan yang dihadapi, bertanggung jawab, dan bekerja sama dengan sesama.

IMG-20181004-WA0287

Kemah Pramuka Gugus Depan 0102 KBRI Singapura berlangsung pada Kamis sore, 4 Oktober 2018. Acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., Sumardiyanto.

IMG_5432

Pada pukul 22.00, para siswa mengikuti upacara api unggun yang dilaksanakan di halaman rumput Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd.

IMG-20181004-WA0292

Para siswa yang tergabung dalam tiap-tiap regu membangun tenda sebagai tempat beristirahat. Tenda tersebut dibangun secara bergotong royong dan diletakkan di salah satu lokasi kemah.

IMG_5624

Tiap-tiap regu ditantang dalam kompetisi memasak mie kreasi. Dengan kreativitas yang dimiliki, baik regu putra maupun regu putri berusaha dengan maksimal untuk membuat mie kreasi yang terbaik. Terpilihlah juara pertama adalah Regu Rajawali.

Pembentukkan Karakter Siswa SIS melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa


IMG_5008

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura, Veronica Enda Wulandari menghadiri acara pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., pada Kamis, 4 Oktober 2018. Dengan dipukulnya gong oleh beliau, menandakan bahwa LDKS SIS 2018 secara resmi dimulai.

Kepala Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., Sumardiyanto memberikan materi tentang kepemimpinan kepada para peserta LDKS 2018. Dengan diberikannya materi ini, para siswa diharapkan dapat menjadi figur pemimpin yang baik di masa depan.

IMG-20181004-WA0082
IMG-20181004-WA0099

Para siswa dalam tiap-tiap kelompok diberikan materi tentang bagaimana cara menghadapi berbagai masalah untuk dipecahkan secara bersama-sama. Nilai-nilai kerja sama, saling menghormati dan menghargai pendapat, disiplin, dan bertanggung jawab menjadi hal utama dalam pembentukan karakter siswa dalam LDKS ini.

Menjunjung tinggi jiwa nasionalisme walaupun hidup di negeri orang menjadi salah satu hal yang harus terus ditanamkan pada generasi muda Indonesia. Hal ini membuat para siswa memahami bahwa makna Bhineka Tunggal Ika.

IMG_5032

(Foto : Tim Humas SIS)